CV BMI Pelatihan USG Antenatal Care Juni 2019 wa 082240758084



untuk Dokter Umum & Bidan


Pelatihan USG ANC-ABDOMEN Juni 2019


pelatihan usg surabaya, pelatihan usg anc surabaya, pelatihan usg abdomen surabaya, pelatihan usg surabaya terbaru, pelatihan usg bidan surabaya, pelatihan usg dokter umum surabaya, pelatihan usg surabaya 2017, jadwal pelatihan usg surabaya, jadwal pelatihan usg surabya 2017, jadwal pelatihan usg surabaya terbaru, pelatihan kebidanan terbaru, pelatihan usg jogjakarta, pelatihan usg yogyakarta, pelatihan usg Abdomen jogjakarta, pelatihan usg abdomen yogyakarta, pelatihan usg anc jogjakarta, pelatihan anc yogyakarta, pelatihan usg bidan jogjakarta, pelatihan usg dokter umum jogjakarta, pelatihan kebidanan jogjakarta, pelatihan kebidanan yogyakarta, pelatihan dokter jogjakarta, pelatihan usg 2019, jadwal pelatihan usg 2019, pelatihan usg anc 2019, pelatihan usg abdomen 2019, pelatihan usg untuk dokter umum 2019, pelatihan usg untuk bidan 2019, pelatihan usg dasar 2019, pelatihan usg obstetri 2019, pelatihan usg bandung 2019, pelatihan usg solo 2019, pelatihan usg yogyakarta 2019, pelatihan usg jogjakarta 2019, pelatihan usg kebidanan 2019, kursus usg 2019, pelatihan usg jakarta, pelatihan usg anc jakarta, pelatihan usg abdomen jakarta, pelatihan usg abdominal jakarta, pelatihan usg dokter umum jakarta, pelatihan usg bidan jakarta, pelatihan usg jakarta 2019, pelatihan usg ntt, pelatihan usg bidan ntt, pelatihan usg dokter umum ntt, pelatihan usg anc ntt, pelatihan usg abdomen ntt, pelatihan usg nusa tenggara timur 2019

Kematian Ibu dan Bayi

Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia

         Berdasarkan penelitian WHO di seluruh dunia ada angka kematian ibu sebesar 500.000 orang per tahun dan kematian bayi khususnya neonatus sebesar 10.000.000 orang per tahun. Angka kematian ibu dan bayi yang terjadi terutama di negara berkembang sebesar 99%. Meski jumlahnya sangat besar akan tetapi tidak menarik perhatian publik disebabkan karena kejadiannya globalberbeda halnya dengan kematian yang diakibatkan bencana banjir, tanah longsor dan bencana lainnya atau korban kecelakaan. Sebenamya kematian ibu dan bayi memiliki peluang yang sangat besar untuk dihindari dengan meningkatkan kerja sama antara pemerintah, pihak swasta, dan badan sosial lainnya.

        WHO memperkirakan bahwa jika ibu hanya melahirkan rata-rata dari 3 bayi, maka kematian bisa menjadi 300.000 dan angka kematian bayi dari 5,600,000 per tahun. Distribusi kematian ibu di Indonesia bervariasi antara 130 sampai 780 dalam 100.000 kelahiran hidup. Meskipun upaya intensif dan ditambah dengan menurunnya tingkat kematian ibu dan bayi di masing-masing rumah sakit, masih menyisakan kematian ibu kurang lebih antara 390 / 100.000  dan bayi yang mati sekitar 56 / 10,000 kelahiran hidup. Untuk mengungkapkan lebih maternal dan perinatal angka kematian di Indonesia. Tabel berikut dapat memberikan gambaran.


Perbandingan Angka Kematian Ibu di Asia per 100.000 Kelahiran Hidup perkiraan Tahun 1997 - 1980 an

Negara
Kematian IBu/100.000
Singapura
5
Malaysia
69
Thailand
100
Philipina
142
Indonesia
390
Sri Langka
95
India
630
Buthan
710
Nepal
863
Mongolia
110
Myanmar
120

Peranan Bidan dalam Menurunkan  Mata Rantai Angka Kematian dan Kesakitan Ibu dan Perinatal di Indonesia

Dalam menghadapi Era Pembangunan Jangka Panjang Tahap II ada tiga masalah nasional yaitu upaya untuk mengentaskan kemiskinan, angka kematian ibu dan perinatal yang tinggi, dan peningkatan sumber daya manusia. Selain itu, ada perubahan pola penyakit dalam bentuk infeksi STD dan AIDS, infeksi Hepatitis B, dan penyakit degeneratif.

Di sektor kesehatan masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sebagai isu sentral pembangunan. Peran bidan dalam proses pengembangan - khususnya mengurangi angka kematian ibu dan perinatal dan khususnya penting di daerah pedesaan.

Latar belakang permasalahan dalam negeri

Kemampuan layanan kesehatan bangsa diukur dengan menentukan angka kematian ibu dan perinatal yang tinggi dan rendah dalam 100.000 lembar kehidupan. Sementara tingkat kesejahteraan bangsa ditentukan oleh sejauh mana gerakan keluarga berencana dapat diterima oleh masyarakat.


Angka mortalitas dan mortalitas ibu masih tinggi. Sebenarnya, mortalitas ini masih bisa dihindari jika penyedia layanan kesehatan dapat memberikan layanan kesehatannya dengan baik. Penyebab kematian ibu masih merupakan "trias klasik," sementara penyebab kematian perinatal terutama oleh "asphyxia trias", infeksi, dan trauma salinan. Mortalitas dan morbiditas ibu dan perinatal juga terkait dengan 80% pertolongan persalinan dan berbagai faktor sosio-kultural dan faktor pelayanan medis.

Angka kematian ibu bervariasi dari 5 hingga 800 per 100.000 kelahiran, sementara kematian perinatal berkisar antara 25 hingga 750 per 100.000 kelahiran hidup. Pemerintah berasumsi situasi di Indonesia:

  1. Perkiraan persalinan
  2. Pertumbuhan populasi
  3. Persalinan dukun beranak
  4. Angka kematian ibu
  5. Angka kematian perinatal
  6. Cakupan gerakan keluarga berencana
  7. Jumlah penduduk tahun 1997
  8. Perkiraan pertumbuhan seimbang akan tercapai tahun 2020 dengan penduduk Indonesia sekitar
  9. Pengangguran bertambah setiap tahunnya
  10. Pertumbuhan ekonomi 
  11. Pendapatan perkapita
  12. Usia harapan hidup 
Karena angka kematian ibu dan perinatal yang besar di negara berkembang, WHO dan UNICEF mencetuskan gagasan kesehatan untuk semua pada tahun 2000, dengan harapan bahwa orang akan mendapatkan layanan kesehatan pada tahun 2000.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CV. BINA MEDIKA INDONESIA


HP:
0822.4075.8084 (Miqdad Arrosyad)

: 0822.4075.8084
Email:
binamedikaindonesia@gmail.com

Office:
Perum. Tamansari Manglayang Regency Blk. F7/3 Cileunyi Bandung

Entri Populer

FansPage